Karimun. Kundur gamawanews.com Pemandangan rutin rebutan Gas Elpiji 3 Kg oleh berbagai kalangan warga di Pulau Kundur disetiap kali Gas datang sampai saat ini tidak dapat dielak, terlambat antri, bersiap membawa kembali Gas Kosong Kerumah.
Menurut Nyonya Aminah yang ditemani dua orang anaknya, Rabu ( 04/02 ) bertempat disalah-satu ruko Pusat Kota Tanjung Batu sambil menunggu antrian kepada gamawanews.com mengemukakan, hampir satu serengah jam menunggu kedatangan Gas dari agen, setelah datang, dalam tempo setengah Jam saja, Gas pasti habis, jika pulang tidak membawa Gas, alamat dirumah tidak bisa memasak kata Aminah membuka bicara.
Sungguhpun hanya bertahan antara 5 s/d 6 hari untuk memasak segala jenis makanan dirumah, keberadaan Gas Elpiji 3 Kg yang telah menjadi kebutuhan primer masyarakat yang digadang-gadang hanya diperuntukkan bagi warga miskin, kenyataanya dilapangan para pedagang usaha kecil dan besar. hampir kesemuanya mengantri dan membeli Gas Elpiji 3 Kg, anehnya warga hanya mengantri untuk mendapatkan satu Tabung Gas saja. sementara pengelola Rumah Makan dan Cafe jurtru mereka membeli Gas Elpiji isi ulang antara 5 s/d 8 tabung sekaligus, jadi cukup wajar Gas Elpiji menjadi cepat putus dan menjadi barang langka, dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun melalui Disperindag, hanya sebatas memandang. melihat dan mendengar saja, tanpa mampu memberi solusi terkait pembelian Gas Warga Miskin secara besar-besaran oleh para pengelola usaha jelas Aminah.
Ditempat yang sama Anto ( 50 ) warga Tanjung Batu yang juga ikut antri menyatakan, sewajarnya Pihak Agen mampu membatasi pengambilan dan penjualan Gas Elpiji oleh para Pengecer, sehingga memberi celah warga lain yang belum kebagian Gas untuk membeli esok harinya, bukan seperti sekarang ini, Gas Elpiji datang, diserbu warga, setengah jam kemudian Gas habis, kepada para pihak yang berkompiten dihimbau agar memberi batasan penjualan kepada pengecer didalam penjualannya, sehingga Gas tidak lagi menjadi barang langka ujar Anto.
Jujur, dirinya tidak mampu membeli Gas Elpiji 12 Kg, karena disamping harga Tong Gas yang cukup mahal. untuk isi ulang Gas harganya bisa mencapai harga antara Rp.250 s/d Rp.260 Ribu per tabung, untuk pemakaian satu bulan, sementara Gas Elpiji 3 Kg, dengan pemakaian hampir satu minggu masyarakat hanya membayar antara Rp.25 s/d Rp.27 ribu saja, makanya Gas Elpiji 3 Kg menjadi primadona warga berbagai kalangan dibandingka. Gas Elpiji 12 Kg ucap Anto.
Pantauan gamawanews.com dilapangan, dengan antrian pembelian Gas Elpiji 3 Kg hingga mencapai ratusan orang di setiap kali kedatangan Gas, sudah wajar jika Aparat Penegak Hukum turun kelapangan membatu melakukan pengawasan penjualan Gas, mengingat, sangat banyak titik penjualan Gas, dilakukan di jalan utama yang dapat menganggu Lalin dan Pihak Disperindag segera cari solusi yang mampu mengurai antrian panjang pembelian Gas Elpiji, sampai kapan pemandangan dan suasana seperti ini akan terus dibiarkan. ( Redaksi )


Posting Komentar