Karimun, Belat, Tebias gamawanews.com Masih dalam suasana pasca Isra Mi'raj, Rabu ( 21/01 ), bertempat di Masjid Al-Mujahidin warga Desa Tebias berbondong-bondong menghadiri kegiatan Isra Mi'raj sekaligus mendengarkan ceramah dari KUA ( Kantor Urusan Agama ) Kecamatan Belat K.H. Muhrizal S.AG
Kades Tebias Nazaruddin dalam kata sambutannya dihadapan para tamu Allah yang hadir mengemukakan. terima-kasih kepada semua tamu Allah yang telah meluangkan waktu, menyempatkan diri dan meringankan langkah hadir di Masjid Al-Mujahidin, dalam mengikuti kegiatan mengenang kembali Isra Mi'raj yang merupakan perjalanan waktu Nabi Muhammad. SAW, semoga kegiatan tahunan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan semakin memper-erat jalinan kebersamaan Kita sesama warga Desa Tebias kata Nazaruddin.
Peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai keimanan, ketakwaan, serta keteladanan dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab. Momentum ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk senantiasa memperkuat hubungan dengan Allah SWT, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan untuk itu mari nantinya Kita dengarkan bersama-sama ceramah perjalanan agung Nabi Muhammad.SAW tersebut yang akan disampaikan oleh Penceramah Kita dari KUA Kecamatan Belat Bapak K.H. Muhrizal, S.AG jelas Nazar Panggilan Akrab Sang Kades Tebias.
Ditempat yang sama K.H. Muhrizal, S.AG dalam ceramahnya mengemukakan, Peringatan Isra Miraj menjadi momentum bagi Kita umat muslim untuk meneguhkan iman dan memperbaiki kualitas ibadah kepada Allah SWT ujar Muhrizal.
Isra Mi'raj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa sangat penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam ucap Muhrizal.
Penyebap terjadinya peristiwa Isr Mi'raj ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW sedang mengalami masa-masa sulit yang dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Saat itu, beliau baru saja ditinggalkan oleh dua sosok pelindung utamanya, yaitu sang istri tercinta Khadijah dan pamannya Abu Thalib.
Allah SWT kemudian menghibur Nabi dengan memperjalankannya di malam hari. Peristiwa “Isra” dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Dalam perjalanan ini, Nabi mengendarai Buraq, sebuah kendaraan surga yang langkahnya sejauh mata memandang, didampingi oleh Malaikat Jibril ungkap Muhrizal. ( Redaksi )




Posting Komentar