Kades SUU Prihatin Dan Kecewa, Kepada Para Pihak Sesuai Tupoksi Terkait Penanganan Stunting.

 


Karimun, Kundur Utara, gamawanews.com SUU ( Sungai Ungar Utara ) saat ini diprediksi menjadi Desa tertinggi terhadap anak yang mengalami Stunting Se Kecamatan Kuta ( Kundur Utara ) dan ini pukulan berat serta merupakan tanggung-jawab Kita bersama untuk segera mengantisipasinya.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis ( jangka panjang ) dan infeksi berulang, ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, mencerminkan kegagalan tumbuh kembang yang dapat berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, serta risiko penyakit di masa depan. Kondisi ini terjadi terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun, dipicu oleh asupan gizi tidak memadai, pola asuh buruk, dan sanitasi lingkungan yang buruk.  

Menurut Kades SUU Abdul Halim, SE diruang kerjanya Selasa Siang ( 10/02 ) kepada Media Online ini mengemukakan, setiap tahun masaalah Stunting bagi anak Kita dianggarkan melalui DD ( Dana Desa ) baik untuk membeli makanan tambahan bagi anak penderita Stunting maupun melakukan rembuk Stunting dengan melibatkan para pihak sesuai Tupoksi kata Kades.

Dengan jumlah 16 orang anak penderita Stunting saat ini, Kita dari Pemdes SUU sudah lama melaporkan kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB serta kepada Pihak Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan penambahan TPK ( Tiem Pendamping Keluarga ), sementara saat ini di Desa SUU hanya memiliki satu TPK saja ( Satu TPK Berjumlah Tiga Orang ), sementara ada Desa tetangga masih di satu Kecamatan yang sama, jumlah anak yang terkena Stunting tiga orang saja, tetapi TPKnya mencapai 2 TPK dengan jumlah ( enam orang ) ini anehkan jelas Kades.

Disini penambahan TPK cukup penting, dan Kami dari Pemdes SUU sangat menghimbau kepada para pihak sesuai Tupoksi agar segera mengambil sikap dan beri solusi untuk melakukan penambahan minimal 3 TPK dengan jumlah sembilan orang, atau mungkin diperbantukan dari Desa lain yang jumlah tingkat Stuntingnya rendah, sehingga kedepannya masaalah Stunting di SUU dapat ditekan seminimal mungkin, jelas Halim panggilan akrab sang Kades SUU.

Pantauan Media ini dilapangan, Penyebab Utama terjadinya Stunting karena Kekurangan gizi kronis: Asupan nutrisi ibu saat hamil dan anak setelah lahir tidak memadai (kualitas dan kuantitas), Infeksi berulang: Sering sakit, terutama diare, yang mengganggu penyerapan nutrisi, Pola asuh tidak baik: Kurangnya stimulasi psikososial dan pengetahuan gizi, Faktor lingkungan: Sanitasi buruk dan akses air bersih kurang, untuk itu Bupati Karimun Ing Iskandarsyah sangat dihimbau untuk mengerahkan SKPD agar segera mengambil Sikap, Karena dampak dari Stunting menjadikan Fisik: Tinggi badan di bawah standar, pertumbuhan lambat, Kognitif: Perkembangan otak terhambat, menurunkan kecerdasan dan kemampuan belajar, Jangka Panjang: Risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan produktivitas rendah di masa dewasa.

Adapun tindakan Prefentive terkait Stunting, bagi Ibu Hamil: Konsumsi makanan bergizi seimbang, penuhi kebutuhan zat besi dan asam folat, Bayi & Balita: ASI eksklusif 6 bulan, MPASI bergizi, dan teruskan ASI hingga 2 tahun, Gaya Hidup Sehat: Jaga kebersihan diri (cuci tangan), lingkungan, dan akses air bersih dan lakukan Pemantauan: Cek kesehatan dan tumbuh kembang anak secara rutin.( Redaksi )

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama