Karimun, Durai gamawanews.com Sebagai Perwakilan dari Masyarakat yang diamanahkan untuk menyuarakan beragam keluhan masyarakat, sudah sepantasnya dan wajar jika Anggota DPRD Kabupaten Karimun Dapil Durai " Turun Gunung " melihat, memandang dan memonitor serta menyuarakan keluhan akan krisis Minyak Solar Ber-Subsidi di Kecamatan Durai.
Lakukan Hearing terhadap para Pihak yang ada keterkaitan dengan permasalahan yang dimaksud, karena amanah bukan diartikan kepercayaan untuk mengatas-namakan masyarakat didalam mengambil kebijakan saja, tetapi lebih jauh dari itu, bagaimana sang wakil masyarakat yang berkantor di Gedung Putih, dapat semaksimal mungkin menyuarakan, menindak-lanjuti keluhan warga, sehingga kembali terciptanya suasana kondusif ditengah kehidupan masyarakat.
Menurut M.Randi, Nelayan sekaligus Anggota BPD Telaga Tujuh didampingi warga nelayan lain ketika dijumpai dan diminta komentar Sabtu Siang ( 17/10 ) kepada gamawanews.com mengemukakan, Durai saat ini diambang krisis Minyak Solar Ber-Sibsidi, kehadiran SPBU hanya menjadi pajangan yang entah kapan akan beroperasi, yang katanya hanya tinggal menungu Rekomendasi UKL-UPL ( Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup ) dari Kementerian LH yang diajukan oleh BLH ( Badan Lingkungan Hidup ) Kabupaten Karimun sejak lama, dan sampai saat ini belum dikeluarkan, kata Rendi.
Disini peran DPRD sang para wakil rakyat cukup tenting, untuk mempertanyakan kepada Dinas, Badan serta Instansi terkait, apa permasalahan yang sebenarnya terjadi, persyaratan apa yang kurang sehingga menjadikan Rekom UKL-UPL dari Kementerian LH menjadi terhambat jelas Randi.
Jika semua pihak sudah membuka diri, untuk bahu-membahu menyuarakan leletnya permasalahan, maka dirinya ( Randi-Red ) optimis keberadaan SPBU Mitra Petro Perkasa, dipastikan dalam waktu dekat akan beroperasi, dan Kuota Minyak Solar Ber-Subsidi satu harga dari Pertamina sebanyak 60 Ribu Liter dan Minyak Bensin Ber-Subsidi sebanyak 40 Ribu Liter akan disalurkan langsung ke Kecamatan Durai, dan warga tidak lagi membeli dan mengambil kuota BBM Jenis Solar Ber-Subsidi untuk Durai melalui beberapa pihak dan tinggal di Durai yang dipercayakan oleh Agen Di Moro, karena memang selama ini pembelian dan pengambilan BBM Jenis Solar Ber-Subsidi di Moro, sehingga menjadikan HET ( Harga Eceran Tertinggi ) BBM Jenis Solar Ber-Subsidi menjadi melambung tinggi, karena besarnya biaya angkut ujar Randi.( Redaksi ).


Posting Komentar