Pemdes Tanjung Kilang Rembug Strategi Pencegahan Dan Penurunan Balita Stunting.

 


Karimun,Gamawa News com. Pemdes ( Pemerintahan Desa ) Tanjung Kilang Kecamatan Durai Kabupaten Karimun Rabu ( 01/07 ) melaksanakan diskusi dan pemaparan dengan hasil disepakati beberapa permasalahan yang menjadi prioritas, terkait stanting yang meliputi, masih terdapat balita yang berisiko stunting.

Kehadiran ibu balita dan ibu hamil di Posyandu belum mencapai target.Masih terdapat ibu hamil yang mengalami resiko anemia dan kekurangan gizi.

Edukasi mengenai pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI bergizi masih perlu ditingkatkan.Perlu peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk pemanfaatan air bersih dan sanitasi yang layak.

Kesepakatan Rembuk Stunting Meningkatkan pelayanan Posyandu setiap bulan dengan memastikan seluruh sasaran hadir.

Memberikan makanan tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil yang membutuhkan sesuai ketentuan.

Melaksanakan penyuluhan tentang gizi seimbang, ASI eksklusif, MP-ASI, dan pola asuh kepada keluarga sasaran.

Memperkuat koordinasi antara Pemerintah Desa, Puskesmas, Bidan Desa, TP PKK, KPM, dan kader kesehatan dalam pemantauan keluarga berisiko stunting.

Mengalokasikan anggaran melalui APBDes Tahun Anggaran 2027 untuk mendukung kegiatan percepatan penurunan stunting.

Melakukan pendataan dan pemutakhiran data sasaran stunting secara berkala.Mendorong peningkatan akses terhadap air bersih, sanitasi, dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Rencana Tindak Lanjut Melakukan kunjungan rumah kepada keluarga berisiko stunting.Menyelenggarakan kelas ibu hamil dan kelas balita secara berkala.Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan setiap triwulan.Melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Mewakili Kades, Sekdes Tanjung Kilang Haryanto dihadapan Camat Durai yang diwakili Kasi Lingkungan Hidup Hasnawati, Ketua BPD Raja Safrizal, Ketua Tiem PKK Elvi Norbaya, Babinsa Erdianto, Pendamping Lokal Desa Noryana, Nara Sumber Rembuk Stunting Dari Puskesmas Durai Firda dan peserta undangan RT/RW se Desa Tanjung Kilang dengan jumlah yang hadir sebanyak 40 orang mengemukakan, rembug stunting merupakan forum yang sangat penting untuk menyatukan komitmen dan langkah kita dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di desa. Permasalahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, PKK, lembaga desa, dan seluruh masyarakat kata Sekdes.

Ditempat yang sama Kasi Lingkungan Hidup Hasnawati yang membuka rembug stunting menyatakan, stunting merupakan tantangan bersama yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, Puskesmas, PKK, kader Posyandu, hingga seluruh lapisan masyarakat jelas Hasnawati.

Melalui forum Rembug Stunting ini, kami berharap seluruh peserta dapat bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang ada di desa, menetapkan prioritas penanganan, serta menyepakati program dan kegiatan yang akan dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan desa. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran ujar Hasnawati.

Kami juga mengapresiasi Pemerintah Desa yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita sebagai generasi penerus bangsa ucap Hasnawati.( Redaksi )

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama