Karimun, gamawanews.com DPC ( Dewan Pimpinan Cabang ) HNSI ( Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ) Kabupaten Karimun dalam Muscab ( Musyawarah Cabang ) ke-III di Aula Hotel Selat Gelam, Tanjungbalai Kota, Minggu, ( 21/06 ) secara aklamasi memilih Samsuanuar Harun untuk menahkodai HNSI Kabupaten Karimun, Periode tahun 2026 s/d 2031.
Melalui thema, "Dari Laut Karimun, Nelayan Berhimpun Maju dan Sejahtera", Muscab yang dihadiri perwakilan nelayan tiap kecamatan se-Kabupaten Karimun dan tokoh masyarakat pesisir, beserta sejumlah unsur pemerintah daerah terlaksana sesuai dengan harapan.
Hadir dalam Muscab Ketua DPD ( Dewan Pimpinan Daerah ) HNSI Provinsi Kepulauan Riau, Eko Prihananto, dan Sekretaris DPD HNSI Kepulauan Riau, Marzuki, serta Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau. dan ini membuktikan, soliditas HNSI sekaligus bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi nelayan sebagai wadah perjuangan dan penyalur aspirasi masyarakat pesisir di Kepulauan Riau.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah. Dalam kata sambutannya, mengemukakan, komitmen pemerintah untuk terus bermitra dengan siapa pun ketua HNSI yang terpilih demi memajukan kesejahteraan masyarakat pesisir kata Bupati.
Dalam sidang pleno yang berlangsung secara Demokratis, Samsuanuar Harun memperoleh 12 dukungan tertulis dari 14 pimpinan ranting kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun, atau sudah memperoleh dukungan lebih dari 50 persen plus satu. Dengan demikian, sesuai AD/ART, Samsuanuar dinyatakan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC HNSI Karimun untuk masa bakti 2026-2031 jelas Bupati.
Ditempat yang sama, Ketua DPD HNSI Kepulauan Riau, Eko Prihananto, menyatakan, pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan secara hulu-hilir, khususnya rumput laut di Kabupaten Karimun haris ditumbuh-kembangkan ujar Eko panggilan akrab Ketua DPD HNSI Kepri.
Pulau Moro dan sekitarnya di Kabupaten Karimun merupakan satu sentra penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Namun terjadi ketimpangan anggaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karimun dapat anggaran Rp 800 juta, sedangkan Lingga dianggarkan hingga Rp 300 Milyar. Apa yang membedakan, Karena di Lingga sudah terdapat perusahaan pengolah rumput laut, sehingga dirasa di sana lebih siap, ucap Eko.
Dengan kolaborasi para pihak, HNSI akan terus menjadi rumah besar perjuangan nelayan serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kemajuan sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Karimun, apalagi Kabupaten Karimun memiliki posisi strategis di Selat Malaka, dengan komposisi wilayah mencapai 80 persen lautan dan hanya 20 persen daratan. Potensi besar ini dinilai menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui konsep ekonomi biru ( Blue Economy ) ungkap Eko.
Pantauan gamawanews.com dilapangan, Muscab HNSI Kabupaten Karimun tahun 2026, diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran HNSI di tingkat Daerah, sekaligus melahirkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi semakin solid, profesional, dan responsif terhadap persoalan nelayan di Karimun.( Redaksi )

Posting Komentar