Karimun, gamawanews.com - Kelangkaan BBM Bersubsidi dan Gas Elpiji 3 Kg di Karimun saat ini sudah cukup sulit untuk didapat, kekesalan warga tersebut sampai saat ini belum mendapatkan respon yang positif dari Disperindag beserta Lintas Sektoral yang ada keterkaitan dengan Tupoksi.
Menurut salah-seorang Aktifis DPP KGS Ndoy berdasarkan rellis yang diterima oleh Redaksi mengemukakan, kelangkaan LPG ( Liguified Petroleom Gas ) di Pusat Kota Kubupaten Karimun sudah sangat cukup terasa, kasian ibu-ibu rumah tangga, begitu juga dengan BBM Bersubsidi kata Ndoy.
Dalam satu minggu, pasti ada beberapa hari kelangkaan BBM dan Gas melon Subsidi 3 Kg, suasana seperti ini sudah berjalan hampir 2 Tahun,kelangkaan gas melon dan BBM di karimun ini menurut pemantauan di lapangan, karena maraknya beberapa warga penyalur lokal dalam menyeludupkan BBM dan elpiji 3 Kg keluar dari Daerah Karimun, seperti menuju Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan, dan Pulau Guntung Kabupaten Inhil melalui jalur Via laut jelas Ndoy.
Kita ( Ndoy-Red ) ada memantau di salah-satu Gudang terdapat sangat banyak stok elpiji dan BBM didalam dirigen 30 liter yang diduga akan diselundupkan keluar, saat ini entah masih ada atau tidak ujar Ndoy.
Lebih jauh menurut Ndoy, sangat dihimbau kepada Disperindag Kabupaten Karimun untuk jangan hanya sebatas menampung keluhan warga saja, ambil sikap, koordinasi dengan Aparat Kepolisian dan AL serta Airud, terkait penyeludupan antar pulau Baik BBM maupun Gas Elpiji 3 Kg, sikat habis semua penyalur yang nakal yang dimaksud ucap Ndoy.
Pantauan gamawanews.com di lapangan, kelangkaan Minyak BBM dan Gas Elpiji 3 Kg dapat terlihat saat ini, di Karimun, Kecamatan Buru, dan apa yang dikeluhkan warga semoga dapat segera ditindak-lanjuti. ( Redaksi ).

Posting Komentar