Karimun, gamawanews.com Sebagaimana dikutip dari Maklumat LAM ( Lembaga Adat Melayu ) Kepri ( Kepulauan Riau ) Nomor. 001/LAM-KEPRI/IX/2023, Jum'at 8 September 2023, bertempat di Kantor LAM Kepri, terkait tentang Masyarakat Pulau Galang dan Rempang, disini DPD Gamawa Kepri sangat mendukung kebijakan yang telah diambil oleh LAM Kepri yang dimaksud.
Menurut Ketua DPD GAMAWA Kepri Deni Subairi ketika dijumpai dan diminta tanggapannya Senin ( 11/09 ) di Karimun mengemukakan, dirinya selaku Ketua DPD Gamawa Kepri dan Korwil se Kepri beserta PAC se Kabupaten Karimun, sangat mendukung atas kebijakan yang dihasilkan didalam pertemuan LAM Kepri terkait masyarakat Melayu di Pulau Galang dan Rempang kata Deni Panggilan Akrab Sang Ketua DPD Gamawa Kepri.
Enam poin yang dihasilkan dan menjadi kesepakatan bersama yang akan secepat-mungkin ditindak-lanjuti seperti diantaranya, Pemerintah Pusat dan berbagai pihak yang ada keterkaitan dengan relokasi sangat dihimbau, agar membatalkan rencana relokasi 16 Kampung Tua Masyarakat Melayu yang ada dipulau Galang dan Rempang kata Deni.
LAM Kepri sebagai Payung Negeri, sewajarnya sangat mendukung seluruh Program Pemerintah terkait pembangunan, sepanjang tidak merugikan banyak pihak, apalagi sampai menimbulkan bentrok dengan masyarakat tempatan tempat dimana rencana Proyek Pembangunan akan dilaksanakan, didalam Maklumat LAM Kepri juga menghimbau agar membebaskan seluruh masyarakat yang ditahan akibat peristiwa yang terjadi pada hari Kamis 07 September 2023, karena masyarakat tidak bersalah dan ini hanya sebatas mis komunikasi saja jelas Deni.
LAM Kepri menolak tindakan keras berupa refresif, intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh Tiem Gabungan kepada masyarakat di Pulau Galang dan Rempang, yang mengakibatkan banyak warga mengalami cidera, trauma dan kerugian materi, suasana yang dipertontonkan seperti ini harus segera dihentikan ujar Deni.
Mendesak Presiden RI, Kapolri, Panglima TNI,DPR RI, Gubernur, DPRD Kepri, Kapolda, DPRD Kota Batam, Walikota Batam dan semua Stakeholder terkait, agar secepat mungkin menghentikan segala tindakan kekerasan tersebut ucap Deni.
Pemerintah diminta untuk membuat kesepakatan tertulis dengan masyarakat melayu pulau galang dan rempang, terkait dampak jangka pendek dan jangka panjang dari Proyek Strategis Nasional di pulau galang dan rempang, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi dimasa depan ungkap Deni.
Pantauan gamawanews.com di lapangan apa yang dikuatirkan oleh LAM Kepri dan banyak pihak terkait pertikaian akibat rencana Proyek Strategis Nasional sewajarnya tidak perlu terjadi, sepanjang para pihak jauh-jauh hari saling menahan diri, dan duduk satu meja guna mencari solusi secara arif dan bijak.( Iwan ).


Posting Komentar