Kurang-Lebih 500 Warga Binaan, Rutan Karimun, Diberi Beragam Pelatihan Dari Bakat Dan Potensi Yang Dimiliki.

 


Karimun, gamawanews.com Sebanyak 500 Warga Binaan yang berada di Rutan ( Rumah Tahanan ) Karimun Provinsi Kepri, disamping mendapatkan pembinaan juga diberi Pelatihan dari beragam potensi bakat yang dimiliki, oleh Pengelola Lapas guna pengembangan diri.

Menurut Kepala Lapas Karimun Yoga Hadhi Wijaya, A.Md, IP. SH.MM melalui Kepala KPR Ferdinand. N Sebayang saat dijumpai dan diminta komentar Senin pagi ( 20/07 ) diruang kerja mengemukakan, cukup banyak potensi serta bakat membuat kerajinan dan keterampilan tangan dari para warga binaan dibawah koordinasi Kita kata Ferdinand.

Pelatihan dari beragam potensi bakat tersebut, jelas sangat disayangkan jika tidak Kita tumbuh-kembangkan, dan terhadap setiap hasil karya yang dihasilkan oleh warga binaan, jika terjual dan diminati warga, sebahagian dana hasil penjualan, warga binaan yang membuat karya juga akan diberi persen dari masing-masing hasil karya yang terjual jelas Ferdinand.

Pelatihan dari berbagai potensi yang dimiliki oleh warga binaan sudah berlangsung cukup lama, bahkan cukup banyak warga binaan yang setelah menghabiskan masa tahanannya di Rutan, terus mengasah dan mengembangkan bakatnya ditengah kehidupan masyarakat luas ujar Ferdinand.

Penjualan kerajinan dari hasil karya tangan-tangan trampil dan kreatif warga binaan, sering Kita ikut pasarkan pada acara-acara tertentu baik melalui UMKM ( Usaha Mikro Kecil Menengah ) bahkan Kita jadikan sebagai tanda mata dari tamu-tamu didalam momen-momen tertentu ucap Ferdinand.

Dengan penanganan pemberian beragam pelatihan terbebut, warga binaan tidak merasa bosan, suntuk dan bingung serta stres selama berada di Rutan ungkap Ferdinand Sang Kepala KPR.

Pantauan gamawanew.com dilapangan, terobosan yang dilakukan oleh pengelola Rutan Karimun dengan mengangkat ragam potensi dan kemahiran warga binaan cukup diapresiasi, semoga pembelajaran dari berbagai kesalahan masa lalu, menjadi kado dan kenangan pahit yang tidak akan pernah terulang kembali. ( Redaksi )

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama