Kepulaun Meranti, gamawanews.com Terhadap ragam keluhan yang didengar dari warga, terhadap sulitnya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keseharian warga Rangsang karena terbatasnya peluang kerja di Daerah Sendiri, dan Negeri Jiran Malaisia menjadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup, Bupati Kepulauan Meranti di ruang kerja Selat Panjang H.Asmar ( AKBP Purnawirawan ) merespon Keluhan Warga Rangsang wilayah koordinasi terkait Sulitnya Keberangkatan KeMalaysia
Menurut Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Senin ( 27/07 ) diruang rapat Bupati dihadapan para SKPD dan Lintas Seltoral diantaranya Pihak Imigrasi, KSOP dan Pelindo mengemukakan, Pemkab. Kepulauan Meranti jelas sangat prihatin akan kesulitan warga, sengaja Kita undang saudara-saudara dari SKPD dan para pihak Lintas Sektoral, untuk segera mencari solusi guna mempercepat Solusi dan memberi beragam kemudahan terhadap saudara kita yang sedang menghadapi dilema dalam hal keberangkatan ke Negeri Jiran Malaisia kata Asmar Sang Bupati Kepulauan Meranti.
Banyak arahan dan masukan yang diberikan oleh Sang Bupati didalam rapat koordinasi dengan para undangan yang hadir, seperti apa permasalahan yang sebenarnya terjadi sehingga masyarakat menjadi imbas dari kebirokrasian yang ada, jelas Bupati.
Dari beragam masukan dan hasil pertemuan akan segera dijadikan acuan untuk kembali mempermudah warga didalam melakukan perjalanan ke Negeri Jiran Malaisia seperti selama ini ujar Asmar panggilan akrab Sang Bupati.
Lebih jauh menurut Asmar, masyarakat dihimbau bersabar, Pemkab. Kepulauan Meranti tidak akan tinggal diam terhadap kesulitan yang dihadapi oleh warganya, segala kemudahan dalam keberangkatan ke Negeri Jiran Malaisia akan diberi dan diupayakan kata Bupati.
Pantauan gamawanews.com dilapangan kebijakan yang diambil oleh Bupati Kepulauan Meranti cukup beralasan, dan perlu mendapat apresiasi, justru sebaliknya terhadap Bupati Kabupaten Karimun Ing Iskandarsyah, langkah dan terobosan serta koordinasi apa yang telah dilakukan, terkait jeritan pahlawan keluarga masyarakat Karimun di Negeri Jiran Malaisia yang saat ini cukup sulit berangkat, dan hanya menunggu solusi tanpa kepastian.( Redaksi ).


Posting Komentar