Optimalkan Kinerja Keuangan dan Tata Kelola, Laba TINS Tembus Rp1,31 Triliun

 


Jakarta -- gamawanews.com PT.Timah (Persero) Tbk (IDX: TINS) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun.

Direktur Utama PT.Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam memperkuat tata kelola pertimahan serta optimalisasi kinerja operasional, pemasaran, dan efisiensi keuangan.

Pada tahun 2025 Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119% dari target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025. Perseroan fokus ke penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi kinerja operasi, pemasaran, dan keuangan kata Restu Widiyantoro.

Kinerja positif tersebut sejalan dengan meningkatnya harga timah global. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga rata-rata timah pada 2025 mencapai USD 34.119,96 per ton atau naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 30.177,45 per ton.selain laba meningkat, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp11,55 triliun atau naik 6,41 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp10,86 triliun. Laba usaha tercatat sebesar Rp1,91 triliun dengan EBITDA mencapai Rp2,76 triliun jelas Restu Widiyantoro.

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 6,75 persen menjadi Rp13,64 triliun dari Rp12,78 triliun. Posisi Liabilitas Perseroan sebesar Rp5,23 triliun naik 0,80 persen daro Rp5,19 triliun. Sementara ekuitas naik 10,83 persen menjadi Rp8,41 triliun dari Rp7,59 triliun, seiring dibukukannya laba di tahun 2025. Kinerja ini turut didukung oleh rasio keuangan yang solid, di antaranya Quick Ratio 60,6 persen, Current Ratio sebesar 242,8 persen dan Debt to Equity Ratio sebesar 18,7 persen ujar Restu.

Pada tahun 2025, Perseroan juga terus melakukan efisiensi dan optimalisasi biaya dalam bentuk penurunan fixed costmelalui investasi selektif ke investasi penunjang operasi untuk memitigasi kenaikan beban depresiasi dan menjaga stabilitas arus kas. Selain itu, Perseroan juga melakukan penurunan interest bearing debt sebagai bagian dari strategi pengelolaan liabilitas, sehingga dapat menekan beban bunga antara lain melalui pelaksanaan buyback atas MTN ucap Restu

Di sisi operasional, PT.Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, sementara penjualan logam timah tercatat 16.634 metrik ton, sepanjang 2025, pasar ekspor masih menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai 95 persen, dengan negara tujuan utama antara lain Singapura, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Italia, dan China. Kontribusi penjualan ekspor Perseroan mencapai sekitar 24% dari total ekspor timah Indonesia sebesar 53.050

metrik ton, serta menyumbang sekitar 3% dari total ekspor timah global sebesar 371.369 metrik ton ungkap Restu ungkap Restu.

Dari sisi operasional, perusahaan terus memperkuat kegiatan penambangan baik di darat maupun laut. Di darat, PT.Timah meningkatkan jumlah titik tambang dan memperkuat eksplorasi melalui bor pandu. Sementara di laut, perusahaan mengoptimalkan kinerja Kapal Isap Produksi (KIP) serta meningkatkan efektivitas pengolahan melalui fasilitas SHP KIP dan PIP. PT.Timah optimis akan melanjutkan kinerja positif di tahun ini, pasalnya prospek harga timah masih cukup menjanjikan yang diperkirakan berada di kisaran USD 33.500 hingga USD 48.750 per ton pada tahun 2026. kata Restu Panggilan Akrab.( Redaksi ).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama